Sabtu, 28 Juni 2014

H-U-J-A-N

" Aku selalu bahagia saat hujan turun, karena aku dapat mengenangmu untukku sendiri. Aku bisa tersenyum sepanjang hari, karena hujan pernah menahanmu disini untukku..... "


Hai blogger, aku lagi dengerin lagu Hujan nya Utopia nih. Eitsssss, jangan bilang kalian berpikiran kalau aku dengerin lagu ini karena aku suka sama sinetron si "darah suci" itu hehehe Aku dengerin lagu ini karena lagu ini pas banget sama objek yang mau aku tulis sekarang. Yaaaaaap, that's right. Aku mau nulis tentang seseorang yang memiliki kisah dengan hujan!! 

...................

Hujan, hujan itu bawa sejuta cerita buat aku. Hujan itu basah, menenangkan dan menggalaukan. Semua rasa ada deh waktu hujan turun. Aku punya banyak cerita di balik hujan, dari cerita menyenangkan sampai menyedihkan. Cerita yang bawa cinta dan benci. Sampai bertemu dan berpisah dengan seseorang karena hujan pun ada. 

Semua tentang hujan begitu indah, ketika hujan mulai turun, mulai mengalirkan kisahnya dan menggambarkannya melalui pelangi, nantinya. Saat itu juga aku siap untuk jadi bagian dari kisahnya. Entah sudah berapa kali aku merasakan hujan selama 19 tahun 3 bulan 16 hari terakhir ini dan entah sudah berapa banyak kisah yang aku tulis bersama hujan.

Hujan memiliki filosofi tersendiri. Bagaimana hujan turun dan reda hingga membuat lengkungan indah di langit yang disebut pelangi, semuanya memiliki makna tersendiri. Hidup itu seperti hujan, mengalir indah meski kadang lembut, kadang deras. 
 
Begitu juga mencintai. Seharusnya mencintai bisa seperti hujan. Mengalir, tidak ada paksaan dan tidak ada aturan. Iyaaa harusnya. Tapi tidak, ini kehidupan nyata, tidak semuanya bisa seperti yang kita inginkan. Mencintaimu pun begitu. Aku tidak bisa mencintaimu seperti yang aku inginkan, atau mungkin kau yang tidak menginginkan ku mencintaimu. Karena yang aku tahu, kita pernah saling mencintai namun tidak menginginkan hal ini terjadi. 
 
Aku tidak pernah menyalahkan hujan yang membuat hati kita dekat. Mungkin ini hanya masalah waktu yang tidak tepat, benar kan ? Semoga kau sependapat denganku yaaa. Karena kau pernah bilang, "jalani saja dan biarkan waktu yang menjawab" aku ingat kata-kata itu sampai sekarang. Waktu telah memberikan jawabannya sejak lama. Kita hanya bisa bersama dalam waktu yang singkat, yaa seperti hujan. Hujan hanya datang dalam waktu yang singkat, selama-lamanya hujan turun pun tak akan selama kata "selamanya", iya kan ?? Tapi tak masalah, mungkin kita hanya tidak di takdirkan Tuhan untuk bersama, tapi kenangan kita, kenangan kamu dan hujan, mereka akan tetap mengalir deras di hati. 

...................
Sepenggal kisah dari Gadis si Pencinta Hujan

0 komentar:

Posting Komentar