Kamis, 01 Januari 2015

Perasaan itu apakah sebuah rasa takut?


Hari ini aku memimpikanmu lagi, entah untuk yang keberapa kalinya. Mimpiku indah sekali, kamu harus tahu. Hanya saja, entah kenapa ada perasaan lain, bukan perasaan bahagia. Apa? Tentu aku bahagia ketika aku memimpikanmu, bahkan mimpi ini membuatku tersenyum seharian ketika mengingatnya. Tapi hanya saja, ada sesuatu yang lain. Tapi aku tidak tahu. Tunggu, tunggu dulu! Perasaan ini, apakah cinta yang berlebihan hingga berubah menjadi rasa takut? Tidak kuharap bukan!
Ini bukan cinta yang berlebihan, ini hanya rasa takut saja. Kenapa? Pasti kamu tahu jawabannya. Oke, aku akan memberitahumu jika kau memaksa. Kau tahu aku mencintaimu? Oh tentu saja tidak, aku kan tidak pernah bilang tentang perasaan ini kepadamu. Maaf, maaf aku tidak bisa menyatakannya. Iya, kau benar, aku terlalu takut, terlalu! Kamu tahu? Setiap hari aku memikirkan perasaan ini, apakah perasaan ini benar atau salah, aku tidak tahu. Apakah perasaan ini tepat atau tidak, aku tidak tahu. Apakah perasaan ini bisa diperjuangkan atau tidak, aku tahu ini tidak. Kenapa? Aku tahu saja, mungkin memang karena tidak ada alasan untuk memperjuangkannya. Ya sudahlah, tidak apa-apa.
Kamu ingin tahu apa yang membuatku takut? Perasaanku ini. Iya, aku takut mengungkapkannya, aku takut ketika aku menyatakannya padamu, aku jadi lebih ingin memilikimu. Kamu harus tahu sebelum kamu memaksaku untuk menyatakan perasaan ini. Aku yang menyimpan perasaan ini sendirian selalu berusaha menyembunyikannya –meski aku tahu aku tidak terlalu pandai menyembunyikannya- tapi aku selalu berusaha sebaik mungkin. Aku tidak ingin perasaan ini terlihat oleh orang lain, aku tidak ingin perasaan ini tumbuh terlalu subur, menjalar hingga ke hati –meskipun sebenarnya sudah- tapi aku selalu berusaha begitu.
Aku, jika kau ingin tahu, aku selalu berusaha berhenti mencintaimu. Karena rasa takut? Iya, tebakan yang tepat. Aku tidak ingin membuatmu terluka, karena aku yakin ketika kau tahu perasaanku, ini semua akan menjadi rumit. Aku juga takut kalau kau punya perasaan yang sama denganku, tapi aku juga takut jika kau tidak membalas perasaanku. Kau lihat? Dari sini saja semuanya sudah salah. Bagaimana aku bisa mencintaimu dengan benar, jika aku memulainya dengan keraguan.
Jadi sekarang, aku harus bagaimana? Kamu tahu ketakutanku kan? Apa kau masih akan tetap memaksaku menyatakannya? Aku yakin kamu tahu aku menyimpan perasaan kepadamu. Jadi, bisakah kita tak usah membicarakan perasaan ini dan hanya menjalaninya seperti ini? Aku mohon, seperti ini saja. Aku suka cara kita saling bertukar perasaan seperti ini. Aku suka…..